Riset IndoStrategi: Publik Nilai Program Kemendikdasmen Berjalan Baik

Jakarta, GPriority.co.id – Lembaga survei IndoStrategi mengungkap sebuah riset tentang kepuasan publik terhadap program Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah).

Melalui konferensi pers pada Senin (24/11) di Jakarta, Visna Vulovik selaku Managing Director IndoStrategi menyebut riset tersebut berfokus pada 5 program prioritas dari Kemendikdasmen.
“Kami mencoba melakukan in-depth research tentang persepsi terhadap 5 program prioritas Kemendikdasmen. Sehingga kita bisa melihat secara menyeluruh, bagaimana kaitannya dengan penelitian sebelumnya terkait satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran,” jelasnya.

Menurut Research Director IndoStrategi, Ali Noer Zaman, pada beberapa survei yang dilakukan lembaga lainnya, salah satunya seperti CELIOS, Kemendikdasmen menjadi salah satu kementerian yang memiliki nilai publik tinggi, baik dari segi program prioritasnya maupun kinerja menterinya, Prof. Dr. Abdul Mu’ti.
“Evaluasi ini kami lakukan dengan melibatkan 510 responden. Jumlahnya mungkin sangat kecil, tetapi kami berharap bisa memberikan gambaran mengenai bagaimana penerimaan publik terhadap program prioritas Kemendikdasmen dan hambatan-hambatan yang ada di lapangan, serta rekomendasi yang dimunculkan,” harapnya.

Ali melanjutkan, program prioritas Mendikdasmen Abdul Mu’ti sejauh ini mampu menjawab harapan publik terhadap terobosan dalam dunia pendidikan di tanah air.
Adapun evaluasi yang dilakukan IndoStrategi terhadap 5 program prioritas Kemendikdasmen meliputi sistem penerimaan murid baru (SPMB), gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia Hebat (7 KAIH), pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), mata pelajaran pilihan koding dan kecerdasan buatan (AI), dan yang terakhir evaluasi berbasis tes kemampuan akademik (TKA).

Sebagai informasi, riset ini dilakukan pada rentang 15 Oktober-15 November 2025, dengan 510 responden yang tersebar pada 34 provinsi di Indonesia, serta 104 lembaga pendidikan yang terlibat mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Masing-masing sekolah diwakili oleh lima responden yang terdiri dari dua guru, dua murid, serta satu orang tua. Hasilnya, publik menilai program-program prioritas Kemendikdasmen tersebut berjalan dengan baik, khususnya bagi responden di kalangan guru dan orang tua.

Kendati demikian, pemahaman, optimisme, serta dukungan murid tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok lainnya.
“Publik ingin terobosan pendidikan yang lebih jelas, lebih mudah dipahami, serta merata. Dalam hal ini pemerintah perlu memperkuat komunikasi kebijakan. Guru juga harus dijadikan sebagai motor utama dari implementasi serta memberi pendampingan intensif bagi murid. Pemerataan antara Jawa dan luar Jawa juga harus diprioritaskan,” tegas Visna.

Dalam riset tersebut, IndoStrategi juga menemukan adanya kesenjangan yang signifikan antara penerimaan publik di Jawa dan luar Jawa, dengan selisih hingga 20-30 poin pada setiap program prioritas tersebut.

Salah satunya seperti program deep learning. Jika antusiasme guru di Jawa mencapai 54 persen, di luar Jawa sayangnya hanya 31 persen. Sehingga IndoStrategi kembali menekankan pentingnya perbaikan strategi komunikasi kebijakan pendidikan.

Sementara itu, menurut pemerhati pendidikan Doni Koesoema A., kepercayaan publik terhadap program Kemendikdasmen menjadi modal yang baik dan perlu dijaga oleh pihak kementerian.

“Jadi kepercayaan publik terhadap kebijakan yang dikembangkan perlu tetap dijaga dan saya rasa hal ini akan tetap dijaga karena kita tidak meragukan kemampuan Prof. Mu’ti sebagai seorang pendidik, profesor, dan orang Muhammadiyah yang sudah banyak tahu bagaimana persoalannya. Tinggal bagaimana kementerian ini dengan pemahaman yang baik mencoba membangun kebijakan yang lebih besar,” ungkapnya.

Penulis : Nindya Farhah Azzahrah
Artikel ini telah terbit di
Riset IndoStrategi: Publik Nilai Program Kemendikdasmen Berjalan Baik | Majalah GPriority

Share this:

Home

Consulting Services

Industry Expertise

Media

About Us

Contact Us